Dalam percakapan sehari-hari, kata gejala dan tanda sering dianggap sama. Namun dalam dunia kesehatan, keduanya memiliki arti yang sedikit berbeda. Memahami perbedaannya membantu Anda menyampaikan keluhan dengan lebih jelas dan mengerti proses pemeriksaan yang dilakukan dokter.

Apa Itu Gejala

Gejala adalah hal yang dirasakan dan dialami sendiri oleh seseorang, yang sifatnya subjektif. Orang lain tidak bisa melihat atau mengukurnya secara langsung; hanya Anda yang merasakannya. Contohnya:

  • Rasa nyeri atau pegal
  • Pusing atau rasa lelah
  • Mual atau berkurangnya nafsu makan

Karena hanya Anda yang merasakan gejala, cara Anda menceritakannya menjadi sangat penting bagi dokter untuk memahami kondisi Anda.

Apa Itu Tanda

Tanda adalah hal yang dapat diamati, diperiksa, atau diukur oleh orang lain, khususnya oleh tenaga medis. Sifatnya lebih objektif. Contohnya:

  • Suhu tubuh yang terukur
  • Tekanan darah
  • Ruam yang terlihat pada kulit
  • Hasil pemeriksaan laboratorium

Tanda seperti inilah yang banyak muncul dalam lembar hasil MCU, karena sebagian besar merupakan sesuatu yang bisa diukur dan dicatat.

Kenapa Keduanya Saling Melengkapi

Gejala dan tanda ibarat dua sisi yang saling melengkapi. Gejala menceritakan apa yang Anda rasakan, sementara tanda memberi bukti yang dapat diamati. Dokter biasanya menggabungkan keduanya untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh. Kadang ada gejala tanpa tanda yang jelas, atau sebaliknya, tanda muncul tanpa gejala yang dirasakan. Itulah sebabnya menceritakan keluhan tetap penting meski hasil pemeriksaan terlihat baik, dan pemeriksaan tetap berguna meski Anda merasa sehat.

Artikel ini bertujuan membantu pemahaman, bukan sebagai diagnosis. Menghubungkan gejala dan tanda pada kondisi Anda paling tepat dilakukan oleh dokter secara langsung. Bila ada keluhan atau hasil yang membuat Anda khawatir, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter, termasuk dokter 20FIT.