Pemeriksaan fungsi ginjal sering mencakup dua istilah yang mungkin Anda temukan di hasil, yaitu ureum dan kreatinin. Keduanya adalah zat sisa yang biasanya disaring oleh ginjal, sehingga kadarnya di dalam darah dapat memberi gambaran umum tentang bagaimana ginjal bekerja.
Mengenal Ureum dan Kreatinin
Secara sederhana, kedua zat ini merupakan hasil sisa dari proses tubuh:
- Ureum adalah zat sisa yang berkaitan dengan pemecahan protein di dalam tubuh.
- Kreatinin adalah zat sisa yang berkaitan dengan aktivitas otot sehari-hari.
Dalam keadaan normal, ginjal menyaring zat-zat sisa ini dan membuangnya melalui urin. Ketika kemampuan menyaring menurun, zat sisa tersebut bisa lebih banyak tertinggal di dalam darah sehingga kadarnya dapat meningkat. Dari kreatinin, kadang juga dihitung perkiraan laju penyaringan ginjal untuk menambah gambaran.
Hal yang Dapat Memengaruhi Hasil
Kadar ureum dan kreatinin tidak hanya ditentukan oleh kondisi ginjal. Beberapa hal lain juga bisa memengaruhinya, seperti kecukupan cairan tubuh atau dehidrasi, massa otot, pola makan, serta kondisi tubuh saat pemeriksaan. Karena itu, hasil yang berada di luar rentang rujukan tidak otomatis berarti ada gangguan tertentu.
Nilai rujukan untuk kedua pemeriksaan ini juga bisa berbeda antar laboratorium. Selain itu, kadar yang dianggap wajar dapat berbeda tergantung kondisi masing-masing orang, sehingga paling tepat dinilai secara menyeluruh oleh dokter.
Cara Menyikapinya
- Cukupi kebutuhan cairan sesuai anjuran sebelum pemeriksaan bila diminta.
- Sampaikan kepada dokter bila Anda sedang mengonsumsi obat atau suplemen tertentu.
- Lihat hasil secara keseluruhan, bukan hanya satu angka.
Artikel ini bertujuan membantu Anda memahami pemeriksaan ureum dan kreatinin secara umum, bukan untuk mendiagnosis atau menggantikan penilaian medis. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang hasil pemeriksaan ginjal Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, termasuk dokter 20FIT, agar mendapat penjelasan yang sesuai dengan kondisi Anda.